Rabu, 13 Agustus 2014

Jurusan Farmasi

Farmasi "Patience is the best medicine". Kata farmasi sebenarnya berasal dari kata pharmacon yang berarti obat atau racun. Di negara kita farmasi diartikan sebagai suatu profesi di bidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang pertemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, dan distribusi obat.
Farmasi itu identik dengan obat karena awal lahirnya ilmu ini adalah untuk membuat obat dalam rangka penyembuhan penyakit. Farmasi sangat penting karena kita (manusia) sangat membutuhkan produk farmasi (baik obat ataupun lainnya) dalam kehidupan sehari-hari, baik itu yang berhubungunan dengan masalah kesehatan ataupun dengan masalah kelangsungan hidup. Mungkin kamu baru merasakan pentingnya ilmu farmasi ketika kamu minum obat saat sakit. Bayangkan jika tidak ada obat penghilang sakit di dunia ini. Kalau mau disebutkan semuanya akan sangat banyak, diantaranya saja ada obat-obatan, kosmetik, sabun, shampo, pasta gigi, produk makanan, dan vaksin. Sadar atau tidak sadar kita tiap hari menggunakan produk farmasi. Sederhananya begini, ketika bangun pagi kamu mandi pakai sabun dan shampo (itu produk farmasi), terus sikat gigi pakai pasta gigi, setelah itu pakai kosmetik dan seterusnya. Karena farmasi membutuhkan ilmu keterampilan, inisiatif, dan tanggung jawab khusus yang berbeda dengan kodekteran. Ilmu farmasi dan kedokteran berhubungan sebagai partner. Contohnya, ketika kamu sakit, maka ilmu kedokteran mendiagnosis penyakit kamu, sedangkan ilmu farmasi memberikan solusi (obat) untuk penyembuhan penyakit itu. Ahli farmasi bersama ahli kesehatan lainnya bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan pasien/manusia yang membutuhkannya. Jadi, kalau kamu sakit, kamu datang ke dokter untuk tanya penyakitmu dan minta obat sama ahli farmasi. Itulah tanggung jawabnya.

Pada awalnya kalau kamu lulus dari farmasi kamu akan mendapat gelar Sarjana Sains (S.Si) karena kebanyakan masih termasuk dalam fakultas MIPA. Namun, sekarang seiring dengan perkembangan dunia pendidikan farmasi yang ditandai banyaknya jurusan farmasi, maka farmasi memisahkan diri dari MIPA dan mengingat farmasi merupakan salah satu keprofesian, maka gelar S-1 pun berubah menjadi S.Far (Sarjana Farmasi). Bila kamu kemudian ingin menjadi seorang farmasis yang lebih profesional dan mempunyai kemampuan mendalam, maka kamu dapat mengikuti program pendidikan profesi yang lamanya sekitar dua sampai tiga semester. Setelah menyelesaikan pendidikan profesi ini, maka gelar di belakang namamu akan bertambah Apt. (Apoteker). Tentunya dengan gelar tersebut maka kamu bisa membuka praktek/apoteker sendiri. Pilihan menjadi seorang ahli farmasi/apoteker merupakan salah satu pilihan yang sangat menjanjikan untuk mendapatkan pekerjaan. Perama-tama kamu jangan terpaku pada anggapan bahwa farmasi hanya bisa kerja di apoteker atau rumah sakit. Tahukah kamu? Bahwa banyak bidang pekerjaan yang bisa dimasuki oleh para "farmasian". Ada tiga pekerjaan di bidang farmasi yang paling populer, yaitu Apoteker (ahli farmasi), profesi inilah yang paling umum dan dikenal luas oleh masyarakat. Kamu bisa bekerja di apotek, rumah sakit, klinik umum/swasta, atau juga membuka apoteker sendiri. Pekerjaan seorang apoteker diantaranya meracik obat sesuai dengan pesanan dokter.Bidang Industri Farmasi, Namanya saja kerja di industri, tentunya lulusan farmasi akan bekerja di perusahaan-perusahaan farmasi dalam hal ini terkait dengan produksi obat. Contohnya Indofarma, Kimia Farma, dll. Lulusan farmasi akan bekerja memformulasikan obat yang akan diproduksi melalui hasil riset di laboratorium perusahaan. Pendidik/Peneliti, Bidang pekerjaan yang satu ini merupakan bidang yang cocok bagi kamu yang bercita-cita menjadi dosen atau seorang peneliti. Kelebihan dari bidang ini adalah kamu bisa mengembangkan ilmu farmasi secara langsung melalui riset dan penelitian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar